Selamat pagi semuanya, *menghela nafas* fiuhhhh...
Ini adalah catatan kedua saya.
Pertama-tama Selamat hari libur buat kalian semuanya, hari ini (hari minggu) di saat orang lain sedang berkumpul dengan keluarga mereka, sedang menikmati hari libur bersama pasangan, refreshing sembari menghilangkan penat selama seminggu penuh, Kami masih tetap bekerja seperti biasa. Tidak ada namanya Hari Libur.... *hening*
Setiap hari terasa sama saja, tidak ada yang berbeda, setiap hari tetap bekerja tanpa henti, tanpa libur seharipun.
Salah seorang karyawan menyurahkan isi hatinya padaku, Katanya:"17 tahun adalah waktu yang sangat panjang, Tapi gaji saya masih tetap tertahan di angka Rp. 1,2jt. Hutang menumpuk karena gaji yang sangat kecil ini, tenaga yang saya berikan tidak sepadan dengan gaji yang saya dapatkan. Belum lagi untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, menghidupi 4 orang anak bersama ibunya (Istri saya). Dengan beban hidup yang sangat banyak ini,saya tidak bisa hanya punya 1 pekerjaan, alhasil saya bekerja juga di sebuah rumah makan atau kedai sepulang dari Toko ini. Bekerja full time sudah cukup untuk menghidupi Istri dan ke 4 anak saya."
Mendengar curahan hatinya itu membuat saya berfikir, Sebaik-baiknya Bos, tetap saja mereka hanya menginginkan tenaga kita tanpa memikirkan kehidupan kita. Mereka hanyan mementingkan keuntungan Pribadi mereka.
*huffft....*
Sekian dulu catatan saya Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke catatan pertama saya....
dan juga tutorial cara mudah menjadi karyawan yang di sayang bos....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Karyawan Penjilat v2
Pernahkah Anda bekerja dengan seseorang yang selalu terlihat menyenangkan di depan atasan? Atau mungkin Anda sendiri memiliki kecenderungan ...
-
Pernahkah Anda bekerja dengan seseorang yang selalu terlihat menyenangkan di depan atasan? Atau mungkin Anda sendiri memiliki kecenderungan ...
-
"anda saat ini tidak boleh bergabung di obrolan terbuka" Pesan ini anda temui saat ingin masuk openchat atau obrolan chat Kakaot...
-
Sebagian besar karyawan swasta di kota kecil seperti tempat saya sering mengeluhkan tentang besarnya gap antara upah minimum provinsi (UMP)...
No comments:
Post a Comment